Tweet
SEKOLAH INKLUSI, HOME CARE & VISIT TERAPI, KLINIK TUMBUH KEMBANG
www.anakspesialhebat.com
Login
News
8 Februari 2016
SLB Anugerah, Sekolah Gratis untuk Penyandang Autis
Sekolah Gratis untuk Penyandang Autis detail

8 Februari 2016
Anak Berkebutuhan Khusus Lincah Bermain Barongsai
Anak Berkebutuhan Khusus detail

15 November 2015
Mengasuh Tanpa Mengasihi
Mengasuh Tanpa Mengasihi detail

5 November 2015
Ilmuwan Kembangkan Deteksi Dini Autisme dengan Senter Kecil
Ilmuwan Kembangkan Deteksi Dini Autisme dengan Senter Kecil detail

» index berita
Others
www.autisme.or.id

Penyebab Stroke pada Anak dan Remaja


26 Januari 2015

KOMPAS.com - Stroke atau pecahnya pembuluh darah di otak bukan hanya bisa dialami oleh orang dewasa, anak dan remaja pun tak luput dari penyakit yang bisa berakibat fatal ini. Gayatri Waillissa adalah salah satu contohnya.

Pada anak dan remaja, biasanya stroke dipicu oleh kelainan pembuluh darah otak yang disebut aterio venous malformation (AVM) dan anuerisma (penggelembungan pembuluh darah otak).

Menurut dr.Andreas Harry, spesialis saraf, aneurisma diderita oleh 1-2 persen populasi. "Ada yang sudah memiliki gen aneurisma tapi terjadinya pecah pembuluh darah baru di usia 30 atau 40 tahun. Tapi saya juga pernah menangani pasien usia 13 tahun," katanya kepada Kompas.com, Senin (27/10/14).

Penggelembungan darah otak itu terjadi karena tidak terbentuk lapisan otot pada pembuluh darah otak sehingga dinding menjadi tipis yang akan menggelembung karena semburan aliran darah dalam waktu lama. Jika aneurisma pecah, terjadilah pendarahan di otak atau disebut stroke.

Baik aneurisma atau AVM, bisa tidak menimbulkan gejala. Tapi gejala paling sering yang dialami pasien biasanya adalah sakit kepala atau kejang-kejang. Karena itu waspadai jika si kecil kerap mengeluh pusing atau sakit kepala di tempat yang sama.

"Aneurisma itu seperti benda bergumpal dan dia menyedot darah, maka alirah darah ke bagian otak lainnya akan berkurang. Akibatnya bisa berupa sakit kepala, pandangan tiba-tiba kabur, kram di satu sisi, atau pendengaran hilang. Gejalanya tergantung pada lokasi aneurisma itu di otak," kata Andreas. 

Aneurisma yang tidak dikenali gejalanya sangat berbahaya karena sewaktu-waktu bisa terjadi pecah pembuluh darah. "Kalau sering sakit kepala yang terasa tidak wajar, cepat periksakan agar diketahui penyebabnya. Kalau sudah diketahui sumber sakit kepala dan penyebabnya, baru dilakukan tindakan," ujarnya.

Pemeriksaan untuk mengetahui kelainan pembuluh darah di otak bisa dilakukan dengan USG doppler atau magnetic resonance angiography (MRA). Terapi untuk menangani aneurisma biasanya dengan prosedur coiling atau penyumbatan anuerusima sehingga aneurisma akan tertutup rapat. Sementara itu untuk AVM dokter akan melakukan pembedahan dengan kateterisasi. 



Baca juga
  » 8 Februari 2016
SLB Anugerah, Sekolah Gratis untuk Penyandang Autis
Sekolah Gratis untuk Penyandang Autis

  » 8 Februari 2016
Anak Berkebutuhan Khusus Lincah Bermain Barongsai
Anak Berkebutuhan Khusus

  » 15 November 2015
Mengasuh Tanpa Mengasihi
Mengasuh Tanpa Mengasihi

  » 5 November 2015
Ilmuwan Kembangkan Deteksi Dini Autisme dengan Senter Kecil
Ilmuwan Kembangkan Deteksi Dini Autisme dengan Senter Kecil

  » 15 April 2013
Anak Autis Tidak Bodoh
Anak Autis Tidak Bodoh

Information
Search
Search:

Clinic & School | Home Visit Terapi | Training
Office : JL. Masjid No. 42 Pesanggrahan Jakarta Selatan
Branch : Graha Taman Elang Blok I No. 5 Tangerang
Telp : ( 021 ) 94680818  / 0817 646 1878 / 0813 8758 4008 
© 2011 www.anakspesialhebat.com


Toko Online