Tweet
SEKOLAH INKLUSI, HOME CARE & VISIT TERAPI, KLINIK TUMBUH KEMBANG
www.anakspesialhebat.com
Login
News
8 Februari 2016
SLB Anugerah, Sekolah Gratis untuk Penyandang Autis
Sekolah Gratis untuk Penyandang Autis detail

8 Februari 2016
Anak Berkebutuhan Khusus Lincah Bermain Barongsai
Anak Berkebutuhan Khusus detail

15 November 2015
Mengasuh Tanpa Mengasihi
Mengasuh Tanpa Mengasihi detail

5 November 2015
Ilmuwan Kembangkan Deteksi Dini Autisme dengan Senter Kecil
Ilmuwan Kembangkan Deteksi Dini Autisme dengan Senter Kecil detail

» index berita
Others
www.autisme.or.id

Anak autis lebih sering jadi korban bullying?


9 September 2012

Hampir setengah dari anak autis ternyata menjadi korban bullying di sekolahnya. Hal tersebut diungkapkan para ahli melalui survey dalam jurnal Archives of Pediatrics and Adolescent Medicine.

Seperti yang dilansir dari NY Daily News (04/09), penelitian sebelumnya menyebutkan anak dan remaja yang dibully di sekolahnya akan menjadi lebih depresi, kesepian, cemas, dan menurun prestasinya. Ini berarti bullying terhadap anak autis akan berdampak pada hal yang lebih parah. Sebab mereka lebih berusaha keras untuk beradaptasi di sekolah.

Adanya penelitian ini membuat para ahli menyarankan sekolah untuk melakukan kampanye anti bullying. Baik itu terhadap siswa normal, maupun mereka yang autis atau memiliki ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder).

"Saya takut jika tidak ada tindak tegas dari bullying ini, akan ada korban yang semakin bertambah," kata kepala peneliti Paul R. Sterzing dari University of California, Berkley.

Dengan menggunakan laporan survey 920 wali murid, Sterzing dan tim peneliti menemukan sebesar 46 persen orang tua mengaku bahwa anak autis mereka menjadi korban bullying. Sterzing juga menuturkan anak autis yang berada di lingkungan sekolah umum akan lebih berisiko untuk dibully.

Meskipun demikian, Sterzing tidak menyarankan bahwa anak autis harus dipisahkan dengan mereka yang normal. Justru ini artinya anak-anak normal yang belum bisa dan mampu beradaptasi dengan baik.

Sementara itu, Debra J. Pepler dari York University yang tidak terlibat dalam penelitian ikut angkat bicara. Menurutnya, harus ada pemahaman lebih baik kepada anak-anak yang normal.

"Semua orang punya hak untuk merasa aman. Jadi bukan hanya gara-gara ada seseorang yang berbeda, bukan berarti dia bisa dijadikan bahan lelucon dan dibully seenaknya," demikian katanya.

[riz/merdeka.com]



Baca juga
  » 8 Februari 2016
SLB Anugerah, Sekolah Gratis untuk Penyandang Autis
Sekolah Gratis untuk Penyandang Autis

  » 8 Februari 2016
Anak Berkebutuhan Khusus Lincah Bermain Barongsai
Anak Berkebutuhan Khusus

  » 15 November 2015
Mengasuh Tanpa Mengasihi
Mengasuh Tanpa Mengasihi

  » 5 November 2015
Ilmuwan Kembangkan Deteksi Dini Autisme dengan Senter Kecil
Ilmuwan Kembangkan Deteksi Dini Autisme dengan Senter Kecil

  » 26 Januari 2015
Penyebab Stroke pada Anak dan Remaja
Penyebab Stroke pada Anak dan Remaja

Information
Search
Search:

Clinic & School | Home Visit Terapi | Training
Office : JL. Masjid No. 42 Pesanggrahan Jakarta Selatan
Branch : Graha Taman Elang Blok I No. 5 Tangerang
Telp : ( 021 ) 94680818  / 0817 646 1878 / 0813 8758 4008 
© 2011 www.anakspesialhebat.com


Toko Online