Tweet
SEKOLAH INKLUSI, HOME CARE & VISIT TERAPI, KLINIK TUMBUH KEMBANG
www.anakspesialhebat.com
Login
News
8 Februari 2016
SLB Anugerah, Sekolah Gratis untuk Penyandang Autis
Sekolah Gratis untuk Penyandang Autis detail

8 Februari 2016
Anak Berkebutuhan Khusus Lincah Bermain Barongsai
Anak Berkebutuhan Khusus detail

15 November 2015
Mengasuh Tanpa Mengasihi
Mengasuh Tanpa Mengasihi detail

5 November 2015
Ilmuwan Kembangkan Deteksi Dini Autisme dengan Senter Kecil
Ilmuwan Kembangkan Deteksi Dini Autisme dengan Senter Kecil detail

» index berita
Others
www.autisme.or.id

Risiko Bila Bayi Lahir Lebih dari 42 Minggu


8 Mei 2012

Bayi yang lahir terlambat atau melewati masa kehamilan normal memiliki risiko yang lebih tinggi terkena masalah kesehatan di kemudian hari. Bayi yang lahir melebihi masa 42 minggu kehamilan akan menderita masalah perilaku seperti ADHD (Attention Deficit Hyperactive Disorder) atau gangguan mental di usia dini. Gangguan ini seringkali diperlihatkan dengan adanya hiperaktivitas ketika anak mulai berjalan.

Seperti yang dimuat International Journal of Epidemiology,para ahli mengimbau  para wanita untuk menyadari risiko kehamilan yang terlalu lama.

Penelitian yang dilakukan di Belanda menunjukkan, banyak wanita yang tidak melakukan induksi walau masa kehamilannya telah lebih dari 42 minggu. Dalam penelitian tersebut terungkap, lebih dari 5.000 bayi yang lahir setelah 42 minggu memiliki masalah perilaku dan dua kali lebih besar risikonya terkena ADHD.

Ketua peneliti Dr. Hanan El Marroun dari Department of Child and Adolescent Psychiatry di Erasmus MC-Sophia, Rotterdam mengatakan kehamilan yang terlalu lama atau bahkan terlalu cepat dapat menimbulkan masalah kesehatan jangka panjang. ”Setiap wanita hamil tahu, bayi prematur tidak baik, lalu mengapa kita tidak mempertanyakan jika seorang anak lahir terlalu lama?” katanya kepada BBC News.

Di Inggris, terdapat prosedur yang mengharuskan wanita hamil  diinduksi jika masa kehamilannya telah memasuki usia 41 atau 42 minggu. Selain itu, para ibu  juga diingatkan tentang kemungkinan komplikasi jika mereka memperpanjang kehamilannya. Komplikasi yang dimaksud adalah kematian saat lahir dan kesulitan dalam pertumbuhan. Namun, sebagian kecil wanita percaya bahwa bayi akan lahir dengan sendirinya tanpa diberikan intervensi medis (induksi).

Dr. Virginia Beckett seorang konsultan kebidanan dan juga ginekologi sekaligus juru bicara Royal College of Obstetricians dan Gynaecologists mengatakan, “Di Inggris, biasa jika wanita mempertahankan kehamilan mereka walaupun melebihi 42 minggu. Beberapa ibu akan memilih melewati 42 minggu dan saran kami hal tersebut dapat meningkatkan risiko kematian saat bayi lahir dan komplikasi lain.” Kompas.com



Baca juga
  » 8 Februari 2016
SLB Anugerah, Sekolah Gratis untuk Penyandang Autis
Sekolah Gratis untuk Penyandang Autis

  » 8 Februari 2016
Anak Berkebutuhan Khusus Lincah Bermain Barongsai
Anak Berkebutuhan Khusus

  » 15 November 2015
Mengasuh Tanpa Mengasihi
Mengasuh Tanpa Mengasihi

  » 5 November 2015
Ilmuwan Kembangkan Deteksi Dini Autisme dengan Senter Kecil
Ilmuwan Kembangkan Deteksi Dini Autisme dengan Senter Kecil

  » 26 Januari 2015
Penyebab Stroke pada Anak dan Remaja
Penyebab Stroke pada Anak dan Remaja

Information
Search
Search:

Clinic & School | Home Visit Terapi | Training
Office : JL. Masjid No. 42 Pesanggrahan Jakarta Selatan
Branch : Graha Taman Elang Blok I No. 5 Tangerang
Telp : ( 021 ) 94680818  / 0817 646 1878 / 0813 8758 4008 
© 2011 www.anakspesialhebat.com


Toko Online