Tweet
SEKOLAH INKLUSI, HOME CARE & VISIT TERAPI, KLINIK TUMBUH KEMBANG
www.anakspesialhebat.com
Login
News
8 Februari 2016
SLB Anugerah, Sekolah Gratis untuk Penyandang Autis
Sekolah Gratis untuk Penyandang Autis detail

8 Februari 2016
Anak Berkebutuhan Khusus Lincah Bermain Barongsai
Anak Berkebutuhan Khusus detail

15 November 2015
Mengasuh Tanpa Mengasihi
Mengasuh Tanpa Mengasihi detail

5 November 2015
Ilmuwan Kembangkan Deteksi Dini Autisme dengan Senter Kecil
Ilmuwan Kembangkan Deteksi Dini Autisme dengan Senter Kecil detail

» index berita
Others
www.autisme.or.id

PENANGANAN ABK


24 Maret 2012

SOREkemarin, Pelita Bunda sebuah wadah pendidikan anak berkebutuhan khusus (ABK) masih ramai. Di ruang dengan cata tembok warna putih itu tiga ABK belajar dan dibimbing satu pengajar. Salah satu dari mereka tiba-tiba loncat dari tempat duduk, tak jelas hendak kemana. Aksi ini membuyarkan perbincangan CELOTEH dengan Farah Flamboyan, pendiri Pelita Bunda. “Mau kemana? Tidak harus dengan cara seperti itu,” ujar Farah dengan penuh kasih sayang ke anak tersebut. Anak itu langsung duduk manis dan kembali belajar dengan pembimbingnya. Rupanya anak ini sudah manut dengan Farah.

Jiwa sosial ibu tiga anak ini tak perlu diragukan lagi. Meski tak memiliki ABK, Farah mampu menempatkan diri sebagai orang tua dari anak ABK. Bahkan dia bingung hendak memulai ceritanya dari mana saat awal mendirikan Pelita Bunda. “Saya sadar tidak punya pengetahuan (yang memadai soal ABK, Red.). Tapi  kemauan saya lebih besar ketimbang pengetahuan saya,” jelas kelahiran Surabaya, 3 Mei 1972 ini.

Mula cerita, Farah adalah ibu rumah tangga biasa. Dulu, jauh sebelum memulai rumah tangga dia sudah memiliki komitmen dengan diri sendiri. Yaitu tidak bekerja terlalu jauh dari rumah demi anak-anaknya . “Saya akan bekerja jika anak saya sudah SD. Karena pembangunan karakteristik anak itu bergantung ibunya,” terang anak dari Bambang Imam Hadi dan Hermin Budiarsih ini. Bekerja pun tak dipilihnya yang begitu menguras waktu, jadi sebagai solusi dia membangun usaha sendiri. Bergelut di dunia kontraktor, memimpin CV Trikarya Femina Raya. Sesuai latar belakangnya sebagai lulusan sarjana teknik di Universitas Kristen Petra.

Tahun 2002 dia hijrah ke Samarinda, mengikuti Rifani Sahrudsyah, suaminya. Di Kota Tepian ini dia seperti diarahkan Tuhan menjadi orang yang peka terhadap ABK.  Dia membantu sebuah sebuah yayasan untuk memenuhi kebutuhan guru ABK. Yang seperti dia utarakan, dia punya kemauan dan dia ingin laksanakan. Dari sini ternyata keluhan orangtua tentang biaya pendidikan ABK mulai menghampirinya. Hatinya tergugah ingin membangun sebuah yayasan.

Tepat di depan rumahnya di Jalan Markisa Samarinda ada sebuah bangunan sekolah taman kanak-kanak yang usang. “TK ini dulu gelap, tidak terpakai dan saya memberanikan diri meminta ijin ke Bu Nila (pemilik TK, Red.) untuk menggunakannya,” ujar perempuan berjilbab ini. Diijinkan oleh Si Empunya TK, dia pun tancap gas. Pada 8 Oktober 2008 dia dan kawan-kawan perempuan lainnya membuka Pelita Bunda. Sri Yulianingsih, guru SLB Pembina Samarinda salah satu kawan seperjuangan itu. Yayasan ini didirikan dengan harapan bisa menekan cost bagi anak-anak ABK. Ada lima siswa, dua guru, dan satu asisten guru waktu itu.

Biaya ABK memang menguras kocek. Penjabarannya begini, jika di sekolah umum satu guru mengajar banyak murid berarti gaji tersebut dibagi banyak murid itu. Tapi guru ABK? Satu murid satu guru, berarti satu murid menanggung gaji satu guru. Bukan hal yang mudah, apalagi jika orangtua murid itu di kelas ekonomi rendah. Belum lagi alat peraga yang digunakan mengajar ABK yang juga harus dibeli. “Untuk itu kami buat subsidi, jadi biaya tujuh anak mensubsidi satu anak,” jelas Farah. Meski begitu, Farah tak sekalipun menyinggung pendapatan. Menurutnya, rejeki yang melimpah akan datang dari keikhlasan mengajar anak-anak ini.

Yang dia pikirkan hanyalah bagaimana membuat masyarakat paham memperlakukan ABK. Termasuk tidak menggunakan kata ‘autis’ sebagai kalimat candaan. “Saya bisa naik pitam dan menceramahi habis-habisan orang bercanda dengan kata itu. Dia tidak tahu rasanya jika dia punya anak autis,” terangnya.

Latar belakang pendidikan yang disandang Farah pernah dijadikan cemoohan. Kalimat-kalimat sumbang dilontarkan kepadanya. “Kamu siapa sih? Enggak punya pengetahuan cara mendidik anak kok mau mengurus anak-anak seperti itu,” ujarnya mencontohkan. Kembali dia sebutkan, keinginannya lebih besar ketimbang cemoohan itu. Jadi dia fokus, hingga sekarang ada 58 anak dan 18 guru yang dibinanya.

Tentang ABK, dia mengatakan tak pernah memvonis seorang anak autis atau gangguan lain. Menurutnya, anak yang diduga ABK akan segera diterapi. Jika tiga bulan pertama ibunya tetap bertanya-tanya, Farah menganjurkan orangtuanya  pergi ke psikolog. “Kami tidak akan bilang anak ibu autis, atau apa. Biarkan psikolog yang mengatakan,” jelasnya.

ANAK SAYA PAHAM

Bergelut dengan dunia ABK, Farah membawa serta anak-anaknya berkegiatan di Pelita Bunda. Tiga anaknya, Naudifa Pascal Pahlawan, Omera Medinati Mutiah, dan Bintang Atha Araminta justru paham dengan ABK. “Mereka bisa bergaul dengan ABK, mereka paham,” terangnya.

Sekarang cita-cita Farah adalah berjuang untuk masyarakat. Berjuang menyadarkan masyarakat untuk bersikap enak hati dengan ABK. Tidak menjadikan kebutuhan khusus ini sebagai kelainan yang harus dihindarai. Posisinya sebagai  ketua Junior Chamber International (JCI) Kaltim dimanfaatkan untuk semakin menyuarakan perjuangannya tentang ABK di tingkat Internasional. (*/her/rsk)



Baca juga
  » 8 Februari 2016
SLB Anugerah, Sekolah Gratis untuk Penyandang Autis
Sekolah Gratis untuk Penyandang Autis

  » 8 Februari 2016
Anak Berkebutuhan Khusus Lincah Bermain Barongsai
Anak Berkebutuhan Khusus

  » 15 November 2015
Mengasuh Tanpa Mengasihi
Mengasuh Tanpa Mengasihi

  » 5 November 2015
Ilmuwan Kembangkan Deteksi Dini Autisme dengan Senter Kecil
Ilmuwan Kembangkan Deteksi Dini Autisme dengan Senter Kecil

  » 26 Januari 2015
Penyebab Stroke pada Anak dan Remaja
Penyebab Stroke pada Anak dan Remaja

Information
Search
Search:

Clinic & School | Home Visit Terapi | Training
Office : JL. Masjid No. 42 Pesanggrahan Jakarta Selatan
Branch : Graha Taman Elang Blok I No. 5 Tangerang
Telp : ( 021 ) 94680818  / 0817 646 1878 / 0813 8758 4008 
© 2011 www.anakspesialhebat.com


Toko Online