Tweet
SEKOLAH INKLUSI, HOME CARE & VISIT TERAPI, KLINIK TUMBUH KEMBANG
www.anakspesialhebat.com
Login
News
8 Februari 2016
SLB Anugerah, Sekolah Gratis untuk Penyandang Autis
Sekolah Gratis untuk Penyandang Autis detail

8 Februari 2016
Anak Berkebutuhan Khusus Lincah Bermain Barongsai
Anak Berkebutuhan Khusus detail

15 November 2015
Mengasuh Tanpa Mengasihi
Mengasuh Tanpa Mengasihi detail

5 November 2015
Ilmuwan Kembangkan Deteksi Dini Autisme dengan Senter Kecil
Ilmuwan Kembangkan Deteksi Dini Autisme dengan Senter Kecil detail

» index berita
Others
www.autisme.or.id

Anak Berkebutuhan Khusus Mampu Jadi Lakon Anoman Obong


19 Februari 2012

Semua orang bebas untuk berekspresi. Tak menutup kemungkinan bagi mereka yang memiliki kebutuhan khusus. Sebagai salah satu upaya menggali kepedulian masyarakat kepada anak-anak berkebutuhan khusus, siswa-siswi Sekolah Bakti Asih Surabaya menggelar pagelaran wayang dengan lakon Anoman Obong.

Dalam pagelaran wayang yang dihadiri sekitar lebih 100 orang ini bertujuan memberi peluang ekspresi bagi anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus untuk mengembangkan potensinya.

"Pagelaran ini diadakan bertujuan untuk memberi peluang bagi mereka yang berkebutuhan khusus. Mereka yang dianggap tidak bisa oleh masyarakat. Tapi di mata saya setiap anak dilahirkan punya potensi, termasuk mereka. Tergantung bagaimana kita menyikapi potensi mereka," kata pelatih wayang Sekolah Bakti Asih Surabaya, Thomas A Cipto (46) kepada wartawan di Gedung Taman Budaya, Rabu (28/12/2011).

Thomas mengaku proses latihan yang berlangsung selama 3 bulan ini mengalami kendala. Setiap minggu ia harus menyediakan waktu dua kali untuk melatih mereka.

"Tentunya selalu ada kendala. Orang normal aja ada kendala apalagi mereka (red. anak berkebutuhan khusus). Paling sulit waktu mereka tidur, terus dibangunin untuk latihan," ujar pria yang juga mengajar seni tari dan wayang di St. Yusuf Tropodo.

Dari 50 anak-anak berkebutuhan khusus, diantaranya ada tuna netra, tuna grahita, tuna rungu dan tuna daksa.

Selain pagelaran wayang, acara ini juga menampilkan tarian seorang gadis kecil yang tuna rungu, penampilan grup band "Generasi" dari anak-anak tuna netra, sebuah nyanyian oleh anak kecil yang memiliki keterbelakangan mental (tuna grahita) dan pembacaan puisi seorang anak yang tuna rungu.

Acara ini mendapat perhatian yang positif di mata para tamu undangan.
Perihalnya, saat seorang tuna grahita melantunkan lagu "Jangan Menyerah", para tamu dengan antusiasnya berdiri dan ikut bernyanyi bersama.

Thomas menjelaskan selama enam bulan mengenal mereka, terjadi perkembangan yang cukup signifikan.

"Saya baru masuk 6 bulan lalu. Melihat mereka di awal berbeda dengan sekarang. Dulunya mereka takut bertemu orang lain, sekarang mereka berani," ujar pria yang mengaku ingin mengabdikan dirinya untuk teman-teman yang memiliki kebutuhan khusus ini.

Thomas berharap pagelaran ini akan dikembangkan di tahun yang akan datang.
"Saya berharap, acara untuk anak seperti ini harus diadakan setiap tahun agar mereka juga bisa mengembangkan potensinya seperti orang normal biasanya," tandasnya.

(fat/Detik.com)



Baca juga
  » 8 Februari 2016
SLB Anugerah, Sekolah Gratis untuk Penyandang Autis
Sekolah Gratis untuk Penyandang Autis

  » 8 Februari 2016
Anak Berkebutuhan Khusus Lincah Bermain Barongsai
Anak Berkebutuhan Khusus

  » 15 November 2015
Mengasuh Tanpa Mengasihi
Mengasuh Tanpa Mengasihi

  » 5 November 2015
Ilmuwan Kembangkan Deteksi Dini Autisme dengan Senter Kecil
Ilmuwan Kembangkan Deteksi Dini Autisme dengan Senter Kecil

  » 26 Januari 2015
Penyebab Stroke pada Anak dan Remaja
Penyebab Stroke pada Anak dan Remaja

Information
Search
Search:

Clinic & School | Home Visit Terapi | Training
Office : JL. Masjid No. 42 Pesanggrahan Jakarta Selatan
Branch : Graha Taman Elang Blok I No. 5 Tangerang
Telp : ( 021 ) 94680818  / 0817 646 1878 / 0813 8758 4008 
© 2011 www.anakspesialhebat.com


Toko Online