Tweet
SEKOLAH INKLUSI, HOME CARE & VISIT TERAPI, KLINIK TUMBUH KEMBANG
www.anakspesialhebat.com
Login
News
8 Februari 2016
SLB Anugerah, Sekolah Gratis untuk Penyandang Autis
Sekolah Gratis untuk Penyandang Autis detail

8 Februari 2016
Anak Berkebutuhan Khusus Lincah Bermain Barongsai
Anak Berkebutuhan Khusus detail

15 November 2015
Mengasuh Tanpa Mengasihi
Mengasuh Tanpa Mengasihi detail

5 November 2015
Ilmuwan Kembangkan Deteksi Dini Autisme dengan Senter Kecil
Ilmuwan Kembangkan Deteksi Dini Autisme dengan Senter Kecil detail

» index berita
Others
www.autisme.or.id

Dari Konser Musik Amal Anak Autis dan Down Syndrom


19 Februari 2012

Di atas panggung, David Halim (17) , remaja bertubuh bongsor itu terlihat berulangkali menyeka air mata yang mengembang di kedua sudut matanya. Sang ibu yang ikut mendampingi sibuk menenangkan emosi anaknya dengan memberinya tisu. Sore itu, David bersama Revira Novita (18), Richard Tan (14), dan Janet Wilson (16) yang keempatnya berasal dari Jakarta diiringi denting piano Miss Venny Lie (34), tengah menyanyikan lagu "Semua Baik", sebagai lagu pembuka acara "Konser Musik Amal Anak Autis dan Down Syndrom" yang digelar Lions Club Medan Kesawan, Medan Lestari, Medan Priority, Medan Unity yang bekerjasama dengan FMPA Sumut dan Forum P5A Sumut di bawah koordinasi Ketua Panitia Elise Jakub, di Balai Rasa Sayang III Hotel Polonia Medan, Minggu (12/12). Sekitar 400 undangan yang memenuhi ruangan terlihat tercekam menyaksikan adegan itu. Sebagian kaum ibu bahkan ada yang ikut mengusap mata mereka. Suasana bertambah mencekam ketika vokal yang keluar dari keempat remaja penderita autis itu terdengar terbata-bata dan tidak jelas artikulasinya. Sekilas terdengar seperti orang tuna rungu yang tengah berjuang keras untuk bicara. Sengau dan cedal. Emosi penonton pun terasa seperti diaduk-aduk

Namun suasana ruangan mendadak penuh gemuruh tepuk tangan ketika keempat remaja penderita autis itu berhasil menyelesaikan lagu pembuka konser itu. Herman Tristianto, pembawa acara kondang Kota Medan itu langsung melontarkan komentar bernasnya.

"Bapak ibu sekalian, konser musik hari ini memang tak bisa dinilai dari sudut mata, telinga atau kemegahan tata lampu panggung, melainkan harus dilihat dari hati yang terdalam dari bapak ibu sekalian,"ujarnya.

Perasaan Campur Aduk

Menyaksikan unjuk kebolehan anak-anak autis dan down Syndrom yang tergabung dalam Vens Club Music School Jakarta dan anak-anak autis dari berbagai sekolah/lembaga pendidikan di Sumut yang tergabung dalam binaan FMPA (Forum Masyarakat Peduli Autis) Sumut, perasaan penonton sore itu memang campur baur.

"Kadang mau ikut nangis, juga mau tertawa, tapi saat bersamaan juga tumbuh rasa kagum, pokoknya susah merumuskannya,"ujar salah seorang pengunjung yang duduk disamping penulis, itu memang ada benarnya. Simak misalnya ketika David Halim memainkan jari-jemarinya di atas tutus-tuts piano. Sejumlah lagu rohani barat berhasil ia mainkan sempurna tanpa pernah sekalipun matanya melihat pada tuts-tuts piano.Sepasang mata David justru berkali-kali melirik kearah layar lebar televisi yang dipasang di sebelah kiri dan kanan panggung, seolah ia ingin melihat sendiri aksinya !

Penonton pun berkali-kali memberi aplaus kagum. Namun saat melihat penampilan Dimas asal salah sekolah di Medan, penonton tak bisa menahan tawa mereka. Ketika Hermanertanya pada Dimas judul lagu yang akan dibawakannya. Dengan suara lantang Dimas menjawab: "Crocodile!" tawa penonton pun pecah. Soalnya Herman sebelumnya telah memberitahu penonton bahwa Dimas akan membawakan lagu berjudul "Aku Bisa". Dan memang itu lagu yang dibawakan Dimas. Pun usai menyanyi, ketika Dimas ditanya lagi oleh Herman soal judul lagu yang baru saja dinyanyikan, kembali dengan lantang Dimas menjawab: "Peter Pan". Tawa penonton kembali pecah.

Namun perasaan penonton kembali diaduk-aduk saat mendengar testimoni ibu dari Janet Wilson yang menuturkan bahwa selain menderita autis, putrinya pada 2009 juga divonis dokter mengidap kanker kelenjar getah bening, yang menurut vonis dokter harus segera dioperasi dan di kemo therapy.

"Bapak ibu bisa bayangkan anak seusia itu harus dikemo therapy, tapi saya dan suami tak surut untuk berusaha,"tutur ibu dari Janet Wilson. Mereka bekerjaMereka bekerjaas mencari pengobatan alternatife, sembari menyandarkan mujizat Tuhan dengan rajin berdoa. Tak sia-sia perjuangan mereka, kini Janet Wilson tak perlu dioperasi lagi, kanker kelenjar getah bening di lehernya berhasil sembuh setelah mengikuti terapi herbal dengan mengonsumsi jus buah-buahan dan sayuran. Janet Wilson sendiri sore itu terlihat lincah memainkan tuts-tuts piano ketika memainkan beberapa lagu rohani dan lagu-lagu mandarin karya Theresa Teng.

Ekspresi wajahnya memang sempat terlihat tegang, ketika lampu kamera fotografer berkali-kali mendekat ke arahnya.

"Emosi penderita autis memang tak bisa diprediksi, mirip serangan tsunami,"ujar Miss Venny Lie (34). Pemilik Vens club Music School Jakarta itu sudah kenyang makan asam garam dalam menerapi penderita autis lewat musik (piano). Sejak 2003 ia sudah berhasil mengajari puluhan penderita autis dengan mengajari mereka main piano. Banyak suka duka di

Miss venny Lie yang sejak 2009 tengah menempuh Linguistic Council of Indonesia, semacam study untuk medalami anak-anak berkebutuhan khusus itu, mengaku bahwa ia memang tidak terlalu mengejar materi dari usahanya ikut menerapi anak-anak penderita autis dengan musik. Walau butuh perlakuan ekstra dibanding siswa lain yang normal, namun soal biaya kursus, ia tak melakukan pembedaan antara siswa normal dan yang autis.

Dr. Sofyan Tan, tokoh pendidikan Sumut yang juga anggota Lions Club Medan Kesawan yang hadir dari awal sampai akhir acara, memuji peran Miss Venny Lie dalam memberdayakan anak-anak autis, termasuk guru-guru lain.

"Penampilan hebat anak-anak autis ini hemat saya tak lepas peran hero para ibu yang dengan setia telah mengasuh, merawat dan mendidik mereka, termasuk peran guru-guru seperti Miss Venny Lie ini,"katanya. Tak heran jika anak-anak autis bisa berprestasi, bahkan sampai ada yang membawa nama harum bangsa dengan mengibarkan sang merah putih di Canbera karena ada yang menjadi juara renang.

Sayang pemerintah menurutnya kurang memberi perhatian terhadap nasib para pahlawan yang berjasa dalam memberdayakan anak-anak penderita autis itu.

Turut hadir menyaksikan kegiatan Konser ini, pengurus Lions Clubs District 307A2 diantaranya Ketua Wilayah 3 Lion Darno Hartono dan Ketua Daerah 3A Lion Hasan Gunawan.(rel/Analisa)



Baca juga
  » 8 Februari 2016
SLB Anugerah, Sekolah Gratis untuk Penyandang Autis
Sekolah Gratis untuk Penyandang Autis

  » 8 Februari 2016
Anak Berkebutuhan Khusus Lincah Bermain Barongsai
Anak Berkebutuhan Khusus

  » 15 November 2015
Mengasuh Tanpa Mengasihi
Mengasuh Tanpa Mengasihi

  » 5 November 2015
Ilmuwan Kembangkan Deteksi Dini Autisme dengan Senter Kecil
Ilmuwan Kembangkan Deteksi Dini Autisme dengan Senter Kecil

  » 26 Januari 2015
Penyebab Stroke pada Anak dan Remaja
Penyebab Stroke pada Anak dan Remaja

Information
Search
Search:

Clinic & School | Home Visit Terapi | Training
Office : JL. Masjid No. 42 Pesanggrahan Jakarta Selatan
Branch : Graha Taman Elang Blok I No. 5 Tangerang
Telp : ( 021 ) 94680818  / 0817 646 1878 / 0813 8758 4008 
© 2011 www.anakspesialhebat.com


Toko Online